Manajemen Keuangan Edisi Kedelapan Jilid 2, J. Fred Weston & Thomas E. Copeland
Judul: Manajemen Keuangan Edisi Kedelapan Jilid 2
Penulis: J. Fred Weston & Thomas E. Copeland
Penerjemah: Drs. Yohanes Lamarto, MBA., MSM.
Penerbit: Erlangga
Tebal: 728 hlm
Daftar Isi
Bagian Enam: Biaya Modal dan Penilaian
Bab 20 Struktur Keuangan dan Penggunaan Leverage
Bab 21 Struktur dan Biaya Modal
Bab 22 Kebijakan Dividen
Bab 23 Penilaian (Valuation)
Bagian Tujuh: Pandangan Bendaharawan: Keputusan yang Menyangkut Kebijakan Keuangan
Bab 24 Pembiayaan Eksternal: Lembaga Keuangan dan Perilaku Pasar
Bab 25 Pembiayaan Saham Biasa
Bab 26 Hutang dan Saham Preferen (Debt and Preferred Stock)
Bab 27 Pembiayaan Lease
Bab 28 Warrant dan Konvertibel
Bab 29 Manajemen Dana Pensiun
Bagian Delapan: Topik-topik Terpadu dalam Manajemen Keuangan
Bab 30 Merger dan Pengendalian Perusahaan
Bab 31 Reorganisasi dan Kepailitan (Reorganization and Bankruptcy)
Bab 32 Keuangan Bisnis Internasional
Preview Buku
Sebelumnya telah kita lihat bahwa leverage operasi menunjukkan sampai seberapa besar biaya tetap operasi merupakan bagian dari biaya total operasi suatu perusahaan. Bila semua biaya adalah variabel (misalnya 80% dari penjualan), maka laba sebelum pajak akan sama dengan 20% dari penjualan. Tetapi, jika sebagian biaya bersifat tetap, maka perusahaan akan menderita rugi sampai dicapai suatu tingkat penjualan yang memungkinkannya menutup biaya variabel dan tetap. Dengan meningkatnya jumlah penjualan yang dilakukan perusahaan akan lebih kecil. Jadi leverage operasi akan meningkatkan profitabilitas (kemampulabaan) yang tidak pasti.
Leverage keuangan
Struktur keuangan adalah cara bagaimana perusahaan membiayai aktivanya. Struktur keuangan dapat dilihat pada seluruh sisi kanan dari neraca. Ini terdiri dari hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal pemegang saham. Struktur modal atau kapitalisasi perusahaan adalah pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham. Jadi struktur modal suatu perusahaan hanya merupakan sebagian dari struktur keuangannya. Nilai buku dari modal pemegang saham (equity = E) terdiri dari saham biasa, modal disetor atau surplus modal dan akumulasi laba ditahan. Bila perusahaan memiliki saham preferen, maka saham tersebut akan ditambahkan kepada modal pemegang saham dan kedua saham itu (yaitu saham biasa dan saham preferen) akan disebut kekayaan bersih (net worth) perusahaan.
Hubungan antara leverage keuangan dengan leverage operasi
Walaupun tidak secara menyeluruh, sampai batas-batas tertentu, sebuah perusahaan dapat mempengaruhi tingkat leverage operasinya. Misalnya bila perusahaan memiliki sebuah gedung, maka atas gedung tersebut akan dibebankan biaya penyusutan tetap. Atau gedung tersebut dapat dilease selama 10 sampai 20 tahun, dengan jumlah uang lease tetap selama jangka waktu lease tersebut. Atau secara ekstrem, dapat saja bangunan itu disewa per bulan, dengan biaya sewa yang berubah-ubah. Tetapi, menyewa sebuah pabrik atau gudang atas dasar sewa per bulan, seperti yang digambarkan dalam contoh ekstrem di atas, adalah tidak efisien. Pemilik gedung itu akan mengenakan sewa yang tinggi untuk menutup risiko pindahnya penyewa tanpa pemberitahuan jauh sebelumnya. Dengan demikian pertimbangan efisiensi serta dasar-dasar ekonomis dan karakteristik bisnis dari barang dan jasa yang dijual suatu perusahaan, mempunyai pengaruh yang besar atas leverage operasi perusahaan tersebut.
Jika perusahaan mempunyai leverage operasi yang tinggi, titik impasnya (breakeven point) terletak pada tingkat penjualan yang relatif tinggi, dan dampak perubahan tingkat penjualan terhadap laba akan semakin besar. Perhatikan bahwa leverage keuangan mempunyai efek yang sama terhadap laba. Makin tinggi faktor leverage, makin tinggi pula jumlah penjualan yang diperlukan untuk mencapai titik impas dan makin besar pula dampak perubahan volume penjualan terhadap laba.

Komentar
Posting Komentar