Manajemen Operasi, Drs. Hery Prasetya & Fitri Lukiastuti

Judul : Manajemen Operasi 
Penulis : Drs. Hery Prasetya & Fitri Lukiastuti 
Penerjemah : Maria Natalia Damayanti Maer 
Penerbit : Media Pressindo 
Tebal : xii, 152 halaman 

Daftar Isi 
BAB I Pengenalan Manajemen Operasi 
BAB II Strategi Operasi 
BAB III Manajemen Proyek 
BAB IV Peramalan Permintaan Produk dan Jasa 
BAB V Perancangan Produk dan Seleksi Proses Manufaktur 
BAB VI Perancangan Produk dan Seleksi Proses Jasa 
BAB VII PENGUKURAN KINERJA 
BAB VIII MANAJEMEN KUALITAS 
BAB IX PENJADWALAN 
BAB X Perencanaan Kapasitas 
BAB XI Luas Produksi 
BAB XII Pola Produksi 
BAB XIII Penentuan Lokasi Pabrik dan Lokasi Fasilitas 
BAB XIV Layout Fasilitas dan Layout Planning 

Preview Buku 
Hubungan Fungsi Manajemen Operasi dan Lingkungannya 
Dalam semua organisasi manufaktur, manajemen operasi merupakan suatu fungsi internal yang berhubungan dengan lingkungan eksternal melalui penyangga fungsi-fungsi organisasi lainnya. Pesanan-pesanan diterima oleh departemen penjualan yang merupakan bagian fungsi pemasaran; bahan mentah dan suplai diperoleh melalui fungsi pembelian; modal untuk pembelian berbagai peralatan datang dari fungsi keuangan; tenaga kerja diperoleh melalui fungsi personalia; produk dikirim oleh fungsi distribusi. 
Penyanggaan fungsi produksi dari pengaruh lingkungan secara langsung diperlukan untuk beberapa alasan: 
  • Interaksi dengan unsur-unsur lingkungan dapat mengganggu proses transformasi (yaitu langganan dan tenaga penjualan di tempat produksi); 
  • Proses transformasi teknologik sering lebih efisien daripada proses yang diperlukan dalam pengadaan masukan-masukan dan penjualan produk-produk akhir. 
Keterampilan-keterampilan manajer yang diperlukan untuk keberhasilan operasi proses transformasi, sering berbeda dengan yang diperlukan untuk keberhasilan operasi pemasaran, personalia atau keuangan.

Proses Transformasi 

Kegiatan operasi merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang melakukan proses transfirmasi dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Masukan berupa semua sumber daya yang diperlukan (seperti: manusia, mesin material, modal, metode, energi dan informasi), sedangkan keluaran berupa barang jadi, barang setengah jadi, atau jasa. Proses ini biasanya dilengkapi dengan kegiatan umpan balik untuk memastikan bahwa keluaran yang diperoleh sesuai dengan yang dikehendaki. 

Sejarah Perkembangan Manajemen Operasi 

Kegiatan operasi sudah dikenal beribu-ribu tahun yang lalu, sejak manusia mengenal cara berburu, membuat suatu benda, dan lain-lain. Pengetahuan atau cara tersebut berkembang terus dengan ditemukan prinsip serta metode baru, dan akhirnya terbentuk menjadi satu ilmu sendiri, dilengkapi denga nmasuknya unsur-unsur ilmu pengetahuan yang lain. Perkembangan manajemen operasi lebih terasa sejak meletusnya Revolusi Industri pada abad ke-18. Pada saat itu, pola kerajinan tangan mulai tergeser, dan sistem pabrik mulai berkembang. Dilengkapi dengan penemuan teknologi yang semakin lama semakin canggih, selain fasilitas produksi menjadi lebih modern, penanganannya juga menjadi lebih kompleks.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan perekonomian, konsep manajemen operasi menjadi semakin terasa peranannya dalam pengembangan perusahaan agar semakin efisien dan efektif sehingga memiliki daya saing yang kuat. Perkembangan manajemen operasi sampai dalam bentuknya sekarang ini didasarkan atas penemuan dari para ahli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Bisnis: Edisi Ketiga, Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.

Analisis Laporan Keuangan, Kasmir, SE., M.M

Metoda Statistika Edisi ke 6, Prof. DR. Sudjana, M.A., M.Se.