Buku Manajemen Operasi Edisi Ketiga, Eddy Herjanto
Judul buku: Manajemen Operasi Edisi Ketiga
Penulis : Eddy Herjanto
Penerbit : Grasindo
Tebal : xvii, 489 halaman
Daftar Isi
BAB 1 PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI
BAB 2 TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
SUPLEMEN 1 PEMROGRAMAN LINEAR
BAB 3 METODE PERAMALAN UNTUK MANAJEMEN
BAB 4 PERENCANAAN FASILITAS
SUPLEMEN 2 ANALISIS PULANG POKOK
BAB 5 PERANCANGAN SISTEM KERJA
BAB 6 PERENCANAAN AGREGAT
SUPLEMEN 3 METODE TRANSPORTASI
BAB 7 MANAJEMEN PERSEDIAAN
BAB 8 PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL
BAB 9 PENJADWALAN
SUPLEMEN 4 METODE PENUGASAN
BAB 10 MANAJEMEN PROYEK
BAB 11 MANAJEMEN MUTU
SUPLEMEN 5 STATISTIK PROSES KONTROL
Preview Buku Manajemen Operasi
Pengertian
Dalam buku Manajemen Operasi ini, pengertian manajemen operasi tidak terlepas dari pengertian manajemen pada umumnya, yaitu mendandung unsur adanya kegiatan yang dilakukan dengan mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan bertitik tolak pada pengertian tersebut, Fogarty (1989) mendefinisikan manajemen operasi sebagai suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
Unsur-unsur pokok definisi itu dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. Kontinyu, berarti manajemen operasi bukan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. Keputusan manajemen tidak merupakan suatu tindakan sesaat melainkan tindakan yang berkelanjutan atau suatu proses yang kontinyu. Efektif, berarti segala pekerjaan harus dapat dilakukan secara tepat dan sebaik-baiknya, serta mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan manajemen operasi memerlukan pengetahuan yang luas karena mencakup berbagai fungsi manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian. Dalam pelaksanaannya, berbagai sumber daya seperti manusia, material, modal, mesin, manajemen ataumetode, enerji, dan informasi diintegrasikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Integrasi merupakan penggabungan dua atau lebih sumber daya dalam berbagai kombinasi yang terbaik. Selain itu, manajor operasi juga dituntut untuk mempunyai kemampuan bekerja secara efisien agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memperkecil limbah. Kegiatan manajemen operasi harus mempunyai tujuan, yaitu menghasilkan suatu produk sesuai dengan yang direncanakan.
Sejalan dengan Fogarty, Schroeder (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan operasi pada tiga hal, yaitu pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa, adanya sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa, serta adanya pengambilan keputusan sebagai elemen penting dari manajemen operasi. Sementara, Adam (1992), Heizer (2004), dan Stevenson (2005) lebih menitikberatkan manajemen operasi sebagai suatu sistem yang bertujuan menciptakan barang dan atau menyediakan jasa. Secara umum, dapat dirangkum bahwa manajemen operasi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumberdaya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.
Proses Transformasi
Kegiatan operasi merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang melakukan proses tansformasi dari masukan (input) menjadi keluaran (output). Masukan berupa semua sumber daya yang diperlukan (misalnya material, modal, peralatan), sedangkan keluaran berupa barang jadi, barang setengah jadi atau jasa. Proses ini biasanya dilengkapi dengan kegiatan umpan balik untuk memastikan bahwa keluaran yang diperoleh sesuai dengan yang dikehendaki. Gambar 1.1 menunjukkan skema proses transformasi dari masukan menjadi keluaran.
Terima kasih telah membaca preview buku Manajemen Operasi ini.
Terima kasih telah membaca preview buku Manajemen Operasi ini.

Komentar
Posting Komentar