Riset Bisnis: Panduan bagi Praktisi dan Akademisi, Dermawan Wibisono

Judul : Riset Bisnis: Panduan bagi Praktisi dan Akademisi 
Penulis : Dermawan Wibisono 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Tebal : 305 halaman
Taksiran harga: Rp50.000

Daftar Isi 
1 PENDAHULUAN 

  • Definisi Riset Bisnis 
  • Ruang Lingkup Riset Bisnis 
  • Riset Dasar dan Riset Terapan 
  • Nilai Manajerial Riset Bisnis 
  • Kapan Riset Bisnis Dibutuhkan 
  • Topik-topik Utama Riset Bisnis 
  • Riset Bisnis sebagai Aktivitas Global 
2 TIPE RISET BISNIS 

  • Riset Penjajagan/Eksploratoris (Exploratory Research) 
  • Riset Deskriptif (Descriptive Research) 
  • Riset Sebab-Akibat (Causal Research) 
  • Keterkaitan Ketidakpastian dan Kategori Riset 
3 TAHAPAN RISET BISNIS 

  • Pendefinisian Masalah 
  • Perencanaan Rancangan Riset 
  • Perencanaan Sampel 
  • Pengumpulan Data 
  • Pengolahan dan Analisis Data 
  • Penarikan Kesimpulan dan Penyusunan Laporan 
4 SAMPLING 

  • Beberapa Pengertian Dasar dalam Sampling 
  • Sampling 
  • Metode yang Umum Digunakan dalam Uji Kecukupan Data 
  • Metode pengujian Kecukupan Data yang Praktis 
  • Data Sampel dan Uji Hipotesis 
5 SURVEI 

  • Beberapa Pengertian Dasar dalam Survei 
  • Wawancara 
  • Survei Melalui Surat atau Pos 
  • Kuesioner Tertulis Menggunakan Jalur Distribusi Lain 
  • Kuesioner Menggunakan Komputer 
  • E-mail dan Survei Interaktif Lainnya 
  • Memilih Desain Survei yang Sesuai 
  • Uji Pendahuluan 
  • Etika dalam Survei 
6 OBSERVASI 

  • Observasi Perilaku Manusia 
  • Observasi Mekanis 
7 EKSPERIMEN 

  • Manipulasi Variabel Bebas (Independent Variable) 
  • Seleksi dan Pengukuran Variable Tak Bebas (Dependent Variable) 
  • Seleksi dan Penugasan Unit-unit Tes 
  • Kontrol terhadap Variabel yang tidak Relevan 
  • Menegakkan Kontrol 
  • Pertanyaan-pertanyaan Mendasar dalam Eksperimen 
  • Masalah Etis dalam Eksperimen 
  • Masalah Validitas Eksperimen 
8 DATA SEKUNDER 

  • Data Sekunder 
  • Sistem Informasi Global dan Internet 
  • Sistem Pendukung Kepuasan (Decission Support System) 
  • 9 ANALISIS DATA DESKRIPTIF 
  • Sifat-sifat Analisis Deskriptif 
  • Tabulasi 
  • Transformasi Data 
  • Angka Indeks 
  • Program Komputer untuk Analisis 
10 UJI KENORMALAN 
Pengertian Uji Kenormalan Data 
Metode Perhitungan Parameter Kurva Normal 
Luas di Bawah Kurva Normal 
Metode Uji Statistik 
11 ANALISIS REGRESI 
Pengertian Analisis Regresi 
Metode Perhitungan Variabel Regresi 
Penentuan Variabel Bebas dalam Persamaan Regresi 
Regresi Non Linier 
Regresi Linier Multipel 
Uji Koefisien Arah Regresi Linier 
12 ANALISIS KORELASI 
Pengertian Analisis Korelasi 
Koefisien Korelasi 
Menghitung Koefisien Korelasi 
Koefisien dari Nilai r 
Nilai r Square Korelasi Multipel dan korelasi Parsial 
13 ANALISIS VARIANSI 
Pengertian Analisis Variansi 
Kelebihan dan Kekurangan Analisis Variansi 
Metode Analisis Variansi 
Mekanisme Analisis Variansi 
14 ANALISIS FAKTOR 
Pengertian Analisis Faktor 
Metode Analisis Faktor Dasar Matematis 
Analisis Faktor Mekanisme Analisis Faktor 
15 LAPORAN DAN PRESENTASI 
Dimensi Model Komunikasi 
Format Laporan 

Preview Buku 

Nilai Manajerial Riset Bisnis
Telah kita ketahui bahwa pelaksanaan riset saat mendukung efektivitas manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Nilai manajerial utama dari riset bisnis adalah mengurangi ketidakpastian dengan penyediaan informasi yang akurat untuk memperbaiki proses pembuatan keputusan tersebut. Proses pembuatan keputusan yang berhubungan dengan penyusunan dan penerapan strategi terdiri dari tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu:
•Identifikasi masalah atau peluang 
•Seleksi dan penerapan tindakan 
•Evaluasi tindakan 
Dengan memberikan informasi yang tepat kepada manajer, riset bisnis memainkan peranan penting denganmengurangi ketidakpastian manajerial dalam setiap tahapan tersebut.

Identifikasi Masalah atau Peluang 
Sebelum strategi disusun, suatu organisasi harus menentukan arah dan bagaimana cara mencapai tujuannya. Riset Bisnis dapat membantu manajer dalam merencanakan strateginya dengan cara mengidentifikasi masalah atau peluang yang terdapat dalam organisasi.

Riset bisnis dapat digunakan sebagai alat diagnostik untuk memberikan informasi tentang apa yang terjadi di dalam organisasi atau lingkungannya. Deskripsi tentang aktivitas sosial atau ekonomi yang sedang terjadi dapat memberikan pemahaman bagi manajer untuk membantu mereka dalam menentukan langkah-langkah penyesuaianyang harus diambil untuk mengantisipasinya.

Informasi yang dihasilkan melalui riset bisnis juga dapat digunakan untuk mengindikasikanada atau tidaknya suatu permasalahan. Manajer mungkin mengetahui bahwa alternatif yang tersedia sudah cukup untuk membuat suatu keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi yang terasah selama manajer yang bersangkutan bekerja di perusahaan tersebut, namun sering kali riset bisnis dibutuhkan untuk mendapatkan informasi tambahan sehingga sang manajer mendapatkan pemahaman yang lebih baik, akurat, dan mendalam yang menyangkut situasi tertentu.

Riset Deskriptif (Descriptive Research) 
Tujuan utama riset deskriptif adalah untuk menggambarkan karakteristik sebuah populasi atau suatu fenomena yang sedang terjadi. Riset deskriptif dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang: siapa (who), apa (what), kapan (when), di mana (where), dan bagaimana (how) yang berkaitan dengan karakteristik populasi atau fenomena tersebut. Sebagai contoh, setiap tahun Biro Statistik Tenaga Kerja di Amerika Serikat melakukan riset deskriptif untuk mengetahui komposisi pengangguran, proporsi usia produktif, jumlah tenaga kerja wanita, ada.tidaknya usia di bawah umur dipekerjakan, dan berbagai karakteristik populasi penduduk yang lain.

Walaupun riset deskriptif dilakukan dengan tujuan utama untuk mendapatkan gamabran, tetapi akurasi merupakan hal terpenting yang harus diutamakan dalam riset tersebut. Memang kesalahan atau error tidak dapat dihindarkan sama sekali, namun peneliti yang baik akan mengusahakan hasil penggambaran yang sepresisi mungkin. Hasil riset yang tidak akurat akan menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, jika perkiraan terhadap potensi pasar dari komputer personal yang akan diperkenalkan dilakukan dengan kurang akurat, maka manajer akan keliru dalam menentukan jadwal produksi, penentuan anggaran, penentuan jam lembur, dan lain sebagainya yang akan berpengaruh terhadap proses penjualan komputer itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Bisnis: Edisi Ketiga, Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.

Analisis Laporan Keuangan, Kasmir, SE., M.M

Teknik Produksi Program Televisi, Fred Wibowo