Psikologi Persuasi: Strategi Teruji untuk Memengaruhi, Awan Santosa
Judul : Psikologi Persuasi: Strategi Teruji untuk Memengaruhi
Penulis : Awan Santosa
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : xx, 187 halaman
Taksiran harga: Rp35.000
Taksiran harga: Rp35.000
Daftar Isi
BAB 1 Menyontek dengan Pintar
BAB 2 Permainan Angka
BAB 3 Permainan Waktu
BAB 4 Permainan Ide
BAB 5 Hukum Balas Budi
BAB 6 Hukum Inertia
BAB 7 Kekuatan Keinginan
BAB 8 Kekuatan Ketakutan
BAB 9 Kekuatan Otoritas
BAB 10 Persamaan itu Penting
BAB 11 Umpan itu Penting
BAB 12 Pilihan Terbaik
BAB 13 Penuturan Terbaik
BAB 14 Panggung Terbaik
BAB 15 Peran Komitmen dan Konsisten
BAB 16 Peran Orang Ketiga
BAB 17 Ketika Tantangan dan Penghargaan Diperlukan
BAB 18 Ketika Agama Diperlukan
BAB 19 Ketika Humor Diperlukan
BAB 20 Tanggung Jawab yang Ampuh
BAB 21 Ya... Ya... Ya... yang Ampuh
BAB 22 Kepuasan Ego
BAB 23 Pengguna MAGIC
BAB 24 Sembilan Jurus PAMUNGKAS
Preview Buku
Kepuasan Ego
Banyak ahli psikologi klinis dan eksperimental telah mengadakan penelitian terhadap ribuan orang dengan berbagai masalah. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa dahaga ego bersifat universal dan alami seperti halnya kebutuhan makanan bagi tubuh. Tubuh memerlukan makanan untuk bisa bertahan hidup. Ego memerlukan penghargaan, persetujuan, serta rasa puas karena pencapaiannya.
Seorang yang makan tiga kali sehari secara teratur tidak memiliki masalah dengan perutnya, namun bila ia tidak makan dua hari dan menjadi benar-benar lapar maka kepribadiannya akan tampak berubah. Orang yang baik hati dan periang menjadi suka mencela, senang bertengkar, dan menjadi jahat. Beberapa waktu yang lalu perhatian masyarakat Indonesia teusik dengan tingkah laku bonek. Pendukung fanatik kesebelasan asal Surabaya ini dengan nekat pergi ke Bandung untuk mendukung tim kesayangannya. Dengan bekal yang minim bahkan banyak yang tanpa bekal, mereka menumpang kereta api menuju Bandung. Perjalanan yang panjang, melelahkan, disertai dahaga dan lapar mendorong bonek berbuat anarkis. Mereka mengambil makanan, minuman, dan apa pun yang dapat diambil pada stasiun yang disinggahi. Terbukti bahwa kelaparan dapat mendorong seseorang berbuat apa pun untuk memenuhi rasa dahaga dan laparnya.
Banyak ahli psikologi klinis dan eksperimental telah mengadakan penelitian terhadap ribuan orang dengan berbagai masalah. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa dahaga ego bersifat universal dan alami seperti halnya kebutuhan makanan bagi tubuh. Tubuh memerlukan makanan untuk bisa bertahan hidup. Ego memerlukan penghargaan, persetujuan, serta rasa puas karena pencapaiannya.
Seorang yang makan tiga kali sehari secara teratur tidak memiliki masalah dengan perutnya, namun bila ia tidak makan dua hari dan menjadi benar-benar lapar maka kepribadiannya akan tampak berubah. Orang yang baik hati dan periang menjadi suka mencela, senang bertengkar, dan menjadi jahat. Beberapa waktu yang lalu perhatian masyarakat Indonesia teusik dengan tingkah laku bonek. Pendukung fanatik kesebelasan asal Surabaya ini dengan nekat pergi ke Bandung untuk mendukung tim kesayangannya. Dengan bekal yang minim bahkan banyak yang tanpa bekal, mereka menumpang kereta api menuju Bandung. Perjalanan yang panjang, melelahkan, disertai dahaga dan lapar mendorong bonek berbuat anarkis. Mereka mengambil makanan, minuman, dan apa pun yang dapat diambil pada stasiun yang disinggahi. Terbukti bahwa kelaparan dapat mendorong seseorang berbuat apa pun untuk memenuhi rasa dahaga dan laparnya.
Demikian pula dengan orang yang tidak terpuaskan egonya akan cenderung menjadi jahat. Penghargaan dan pujian yang tulus adalah makanan terlezat untuk sebuah ego. Carilah hal kecil yang tidak terlalu diperhatikan orang lain, kemudian berikan pujian yang tulus. Berilah makan pada ego yang lapar karena pada saat kenyang, Anda memiliki peluang besar untuk memengaruhinya.
Sejak usia berapa seseorang memiliki ego? Sejak umur brapakah ego seseorang mulai haus dan perlu dipuaskan? Saya belum pernah mengadakan penelitian tentang ini, namun anak saya yang masih Taman Kanak-Kanak sangat senang bila egonya terpuaskan.
Salah satu cara yang kami lakukan untuk mendorongnya belajar atau mengerjakan PR adalah dengan memintanya mengerjakan pekerjaan kecil yang dia pasti bisa. Misalnya kami memintanya untuk menulis angka satu sampai sembilan, atau kami memintanya untuk mengerjakan penjumlahan sederhana.

Komentar
Posting Komentar