Akuntansi Manajemen: Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen, Rudianto
Penulis : Rudianto
Penerbit : Grasindo
Tebal : ix, 367 halaman
Daftar Isi
BAB 1 AKUNTANSI DAN LINGKUNGAN USAHA
BAB 2 KLASIFIKASI DAN PERILAKU BIAYA
BAB 3 ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
BAB 4 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL
BAB 5 ANGGARAN DAN FUNGSI MANAJEMEN (1)
BAB 6 ANGGARAN DAN FUNGSI MANAJEMEN (2)
BAB 7 PENETAPAN HARGA JUAL DAN HARGA TRANSFER
BAB 8 TARGET COSTING
BAB 9 ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
BAB 10 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
BAB 11 PENILAIAN KINERJA MANAJEMEN
BAB 12 EVA & RESIDUAL INCOME
BAB 13 BALANCED SCORE CARD (BSC)
Preview Buku
Biaya Diferensial
Seperti telah dibahas di dalam bab sebelumnya bahwa berdasarkan reaksi suatu jenis biaya terhadap perubahan aktivitas perusahaan maka biaya di dalam suatu perusahaan manufaktur dapat dikelompokkan menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya akan berfluktuasi sejalan dengan perubahan tingkat aktivitas perusahaan, sedangkan biaya tetap adalah biaya yang relatif tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume aktivitas perusahaan. Perbedaan perilaku kedua kelompok biaya tersebut dapat digunakan dan bermanfaat untuk berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan. Beberapa persoalan yang dihadapi perusahaan dapat diselesaikan dengan mempergunakan dan memanfaatkan perbedaan perilaku di antara biaya-biaya yang dimiliki perusahaan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis biaya diferensial. Biaya diferensial atau biaya relevan sering pula disebut sebagai biaya marjinala tau biaya inkremental. Biaya diferensial merupakan berbagai macam kemungkinan yang dapat terjadi dan dapat digunakan perusahaan dalam menghitung biaya yang akan dikeluarkan perusahaan. Berbagai macam kemungkinan biaya ini dapat digunakan oleh manajemen suatu perusahaan untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Pada dasarnya biaya diferensial merupakan biaya tunai atau out-of-pocket cost, yaitu biaya yang memerlukan pengeluaran tunai saat ini atau pada masa mendatang yang harus terjadi apabila suatu proyek dilaksanakan atau diperluas sampai melebihi ukuran yang ditentukan semula.
Seperti telah dibahas di dalam bab sebelumnya bahwa berdasarkan reaksi suatu jenis biaya terhadap perubahan aktivitas perusahaan maka biaya di dalam suatu perusahaan manufaktur dapat dikelompokkan menjadi biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya akan berfluktuasi sejalan dengan perubahan tingkat aktivitas perusahaan, sedangkan biaya tetap adalah biaya yang relatif tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume aktivitas perusahaan. Perbedaan perilaku kedua kelompok biaya tersebut dapat digunakan dan bermanfaat untuk berbagai macam persoalan yang dihadapi perusahaan. Beberapa persoalan yang dihadapi perusahaan dapat diselesaikan dengan mempergunakan dan memanfaatkan perbedaan perilaku di antara biaya-biaya yang dimiliki perusahaan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis biaya diferensial. Biaya diferensial atau biaya relevan sering pula disebut sebagai biaya marjinala tau biaya inkremental. Biaya diferensial merupakan berbagai macam kemungkinan yang dapat terjadi dan dapat digunakan perusahaan dalam menghitung biaya yang akan dikeluarkan perusahaan. Berbagai macam kemungkinan biaya ini dapat digunakan oleh manajemen suatu perusahaan untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Pada dasarnya biaya diferensial merupakan biaya tunai atau out-of-pocket cost, yaitu biaya yang memerlukan pengeluaran tunai saat ini atau pada masa mendatang yang harus terjadi apabila suatu proyek dilaksanakan atau diperluas sampai melebihi ukuran yang ditentukan semula.
Pengaruh Terhadap Anggaran Laba
Keputusan untuk menjual sejumlah produk kepada konsumen tertentu, dengan harga yang lebih murah dibanding yang lainnya dengan berbagai alasannya memiliki pengaruh secara langsung terhadap pencapaian anggaran perusahaan. Anggaran disusun dengan beberapa asumsi dasar, salah satunya adalah harga telah ditetapkan pada suatu tingkat tertentu. Jika dalam pelaksanaannya kemudian perusahaan merubah harga jual menjadi lebih rendah, tentunya hal tersebut akan berpengaruh secara langsung terhadap perolehan laba usaha perusahaan. Laba usaha yang dianggarkan dapat diapstikan tidak akan tercapai. Tetapi, jika perusahaan mempertimbangkan faktor lain, misalnya keinginan untuk menguasai pasar di suatu wilayah tertentu maka ketidakmampuan perusahaan untuk mencapai laba yang dianggarkan dapat ditolerir.

Komentar
Posting Komentar