Kebersamaan dan Asas Kekeluargaan: Kerakyatan, Nasionalisme, dan Kemandirian, Sri-Edi Swasono
Pengarang: Sri-Edi Swasono
Penerbit: Penerbit Universitas Negeri Jakarta (UNJ-Press), 2004
Tebal: xxi + 288 hlm
Taksiran harga: Rp 48.000
Kontak: 08179408659/Pin BB: 25A7BCBD (untuk detail dan edisi terbaru)
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Kita bisa melihat betapa para penguasa Indonesia, kaum elit kita, dosen-dosen kita, tidak terkecuali pers serta para pengusaha kita, gampang terkagum terhadap istilah serta ide pasar-bebas. Kita lihat pula bahwa kita gampang terjerumus ke alam ambivalensi budaya kemudian memberi pengiaan (compliance) terhadap pasar-bebas, tanpa benar-benar menghayati substansi neoliberalisme yang dikandung oleh sistem ekonomi pasar-bebas.
Dengan demikian itulah kita gampang memberi pembenaran kepada globalisasi sebagai selimut baru bagi pasar-bebas serta roh neoliberalismenya yang eksploitatori serta predatori. Kita menerima saja pasar-bebas sebagai berhala baru. Kita dengan gampang lebih mengutamakan Kedaulatan Pasar serta mengabaikan Kedaulatan Rakyat. Kelengahan budaya seperti ini hanyalah akibat dari mediokritas intelektualisme kita. Kita menelan mentah pakem-pakem Barat tanpa kewaspadaan akademis-ilmiah. Bukan pemerintahan negara yang mesti ramah terhadap pasar, tetapi pasarlah yang harus ramah kepada kepentingan nasional bangsa ini.
Kita tidak hanya memiliki strategi budaya untuk mengatasi kelengahan budaya semacam ini.
Saya tidak melihat mekanisme pendidikan serta pembelajaran yang secara sadar dihidupkan di lingkungan centers of excellence kita untuk emnghindarkan keterjerumusan kita pada pola-pikir maupun pakem Barat yang tidak berdasar kebersamaan (mutualism) dan asas kekeluargaan (brotherhood), bahkan mewajarkan firqoh kecongkakan rejim pasar yang memelihara pamrih diri pribadi (self-interest) kita terima apa adanya, kemudian kita mengabaikan tuntutan agama untuk berukhuwah dalam perikehidupan sosial-ekonomi. Akibatnya pembangunan berdasar moralitas pasar ini telah menggusur orang miskin, bukan menggusur kemiskinan (Sri-Edi Swasono).
Isi Buku
Pengantar
Sambutan
Bagian I: Pelita Hati: Kepentingan Sosial
1. L’etat C’est Moi: Menggusur Orang Miskin Bukan Menggusur Kemiskinan (Suara Pembaruan, 16 Februari 1990)
2. Watak Sosial (Pelita, 18 September 1990)
3. P I R / Cultuurstelsel Baru (Pelita, 20 November 1990)
4. Sektor Informal (Pelita, 29 Januari 1991)
5. Mencintai Produk Dalam Negeri (Pelita, 26 Februari 1991)
6. Individualisme: Hak Milik Yang Anti Sosial (Pelita, 21 Mei 1991)
Bagian II: Ekonomi dan Reformasi Budaya
7.Kasus Budaya: Kedaulatan Rakyat vs Kedaulatan Pasar (Memperingati 75 Tahun H. Achmad Tirtosudiro, April 1997)
8. Pluralisme, Mutualisme, dan Semangat Bersatu (Dies Natalis ke-57 Fakultas Ilmu Budaya UGM, 25 Februari 2003)
9. Dimensi Sosial-Kulutral Ilmu Ekonomi (Orasi Pembukaan Tahun Kuliah 2003/2004, Program Magister dan Doktor, FISIP-UI, 2 September 2003)
10 Pemikiran Menuju Pembaruan Ekonomi (Studium General, Pascasarjana, UII, Yogyakarta, 6 September 2003)
11. Kemandirian Ekonomi: Menghapus Sistem Ekonomi Subordinasi (Kongres Kebudayaan V, Bukittinggi, 20-22 Oktober 2003)
Bagian III: Koperasi dan Tantangan Zaman
12. Koperasi Menjawab Tantangan Zamannya (Pikiran Rakyat, 12 Juli 2002)
13. Koperasi, Ekonomi Rakyat, dan GDP Share (Seminar, LSP2I, 20 Agustus 2003)
14. Dapatkah Koperasi Menjadi Pilar Orde Ekonomi Indonesia (Rapim DEKOPIN, Pekanbaru, 7-8 April 2003)
15. Perekonomian Rakyat, Koperasi dan Utusan Golongan (LAN RI, 11 Agustus 2003)
16. Pasal 33 UUD 1945: Siapa yang Berdaulat, Pasar atau Rakyat (Makalah, FUG, MPR-RI, 5 November 2003)
Bagian IV: Beberapa Catatan Mengenai Pendidikan Kita
17. Nasionalisme Ekonomi, Globalisasi, dan Aborijinisasi (Kuliah Akhir Tahun, S3-PPs UNAIR, 6 Desember 2003)
18. Ekspose Ekonomika: Globalisme dan Kompetensi Sarjana Ekonomi (Peluncuran Buku, STIA, LAN-RI, 10 Desember 2003)
19. Menuju Entrepreneural University (Orasi Ilmiah, UNJ, 27 Januari 2004)
20. Ukhuwah, Mutualism, dan Brotherhood (Kultum Ramadhan, Bappenas, 3 November 2003)
21. Menggusur Ukhuwah (Republika, 24 Maret 2005)
Bagan I
Bagan II
Bagan III
Daftar Pustaka
Indeks

Komentar
Posting Komentar